Jumat, 17 April 2020
Keterkaitan Sang Mertua Dengan Presiden Soekarno
Pak Sis adalah salah seorang pejuang sebelum terjun dan berprofesi di dunia pendidikan. Kepahlawanan pak Sis telah ia buktikan atas kesetiaannya dalam membela dan mendampingi presiden Soekarno ketika melakukan pengasingan di pulau Bima. Presiden Soekarno yang sudah beberapa kali di tangkap Belanda karena di nilai membahayakan misi Belanda selama di Indonesia, tidak pernah pudar menggelorakan semangat juangnya ke seantero negeri. Pak Sis adalah salah satu pejuang muda kala itu setia menunggu kode dari sang proklamator dalam melancarkan gerakkan perjuangannya. Hingga akhirnya terjadilah pertemuan dengan sosok penggelora semangat juang yang terkenal dengan sebutan putra sang Fajar. Di pengasingan itu pak Sis mendapati berkah yang luar biasa, dimana kelahiran putri pertamannya menjadi saksi nyata perjuangan sang idola. Dengan belaian dan keberkahan sang proklamator teriring doa terbaik untuk sang buah hati hingga keturunannya kelak, jadilah pahlawan bangsa. Aamiin.
Pak Sis sejenak merenung ke masa silam, pada masa perjuangan bersama bung Karno yang tidak pernah menyerah dengan walau beberapa kali di tangkap dan hukuman oleh Belanda. Kini pak Sis kembali merasa menjadi saksi sejarah dari seorang pemuda yang tidak pernah menyerah dengan idealisnya. Pemuda yang berstatus menantunya, telah membuktikan bahwa masih ada jiwa-jiwa pejuang di bumi Pertiwi ini.
Untuk kedua kalinya di masa hidupnya dia menjadi saksi dan ikut mendampingi sosok pejuang, bagaimana sang menantu ketika menumbuhkan semangat pendidikan untuk anak-anak yang belum terjamah pendidikan, membangun sarana belajar dalam keterbatasan yang ia miliki tanpa mempedulikan kebutuhan dan kesenangan sendiri. Ketika dia sudah berada di puncak dan di elu-elukan anak buahnya pun dia tetap bekerja dan berjuang tanpa pamrih, walau harus tinggal di sebuah kamar yang sekaligus dapur. Tanpa merengek kepada mertuanya yang seorang kepala Inspektorat, dia rela menjalani kesederhanaan hidup bersama keluarga kecilnya.
Suatu waktu pak Sis di kejutkan atas tergoleknya sang menantu di sebuah ranjang rumah sakit, 'apa yang terjadi ?' tanya pak Sis pada putrinya. 'Iya pak, mas kalau malam masih bekerja', jawab Sugiarti. Dia selalu memeriksa administrasi pertanggungjawaban keuangan terutama dana bantuan dari pusat, lanjut Sugiarti. Ternyata itulah yang dilakukan menantunya, Pak Sis hanya tahu kalau menantunya dikantor adalah pekerja yang pantang menyerah, tidak pernah berhenti untuk memberi teladan kepada bawahan dan rekannya. Sugiarti sang putri tidak pernah menceritakan apa selalu suaminya lakukan setiap ada di rumah, hingga dia tahu setelah jatuhnya fisik sang menantu dan harus menginap di rumah sakit.
Tanpa terasa terucap doa tulus dari bibir laki-laki tua itu, sunggup beruntungnya aku menjadi saksi dan turut menyertai dua orang yang pilihanMu ya Tuhan.. Dua pemuda berbeda waktu yang memiliki semangat luar biasa. di umurku yang tidak seberapa ini, aku telah menyaksikan kokohnya semangat juang bung Karno membela tanah airnya, berjuang untuk meraih kemerdekan dan satu lagi semangat juang mengisi kemerdekaan. Ya Allah.. ijinkan aku meminta.. tumbuhkanlah jiwa pejuang dan rasa nasionalisme pada diri putra dan putri kami agar bangga bangsa kami, sesungguhnya kami hanya tunduk padaMu ya Robb
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Aamiin ya robbal alamiin
BalasHapusAamiin ya Robb
Hapus