Kamis, 16 April 2020

Membangun Rumah Tinggal

Membangun rumah tinggal yang selama ini menjadi saksi perjalanan hidup rumah tangganya adalah hal yang tak terlupakan. Dengan lancar bapak menjawab pertanyaan tamu ketika ada yang bertanya tentang model rumah hinggal detail yang mengiasi sisi-sisinya. ‘Pembangunannya sekitar 10 tahun dengan banyak bantuan dari teman-teman’ itu yang selalu bapak katakan karena beliau memang tak pernah melupaka jasa orang walau sekecil apapun. Ukuran tanah yang menurut sebagian besar orang luas dan mahal memang demikianlah adanya, bahkan denga paksaan dari penjual pak Nyoman akhirnya membeli tanah ini dengan cara mengutang, ‘Untuk pak Nyoman yang kepala Dinas harus ambil dua kapling’, begitu kata pak Gianto. Sebagaian besar masyarakat Probolinggo mengenal Pak Nyoman adalah kepala Dinas Pendidikan walaupun sebenarnya Plt. ‘Jangan pak gak enak saya mengutang, gajinya PNS ya bisa buat makan dan sekolah anak saja, bayar utang dari mana saya’ begitulah bapak menjawab, coba memilih ukuran satu kapling. ‘Sudah pak, saya lebih suka tanah itu menjadi milik bapak, apapun yang terjadi gak bakal saya jual ke orang lain’, lanjut pak Gianto dengan memaksa. Akhirnya dengan tersenyum tipis pak Nyoman mengiyakan apa yang di katakana pak Gianto. Setelah mendapatkan dua petak kapling tanah secara ngutang, bapak tidak berpikir terlalu jauh untuk pembangunan rumah ini karena masih konsentrasi pada pelunasan tanahnya dulu, itu yang di pikirkan bapak. Namun ternyata tangan Tunah kembali menghampiri bapak, seorang teman dari dinas perhutanan ternyata telah mempersiapkan beberapa bongkah kayu Jati tua yang tak ternilai harganya, menurut ukuran bapak. ‘Bagaimana saya menerima kayu mahal itu, saya gak punya duit’, pak Nyoman berusaha menolak pemberiaan sang teman itu. ‘Jangan bilang begitu pak, tolong terima saja. Biar saya senang’, jawab teman bapak memaksa. Subhanallah.. ternyata jika Tuhan berkehendak, ternyata pemberian Illahi jauh dari apa yang kita bayangkan. Kolasi tanah yang bagus dan luas dan hadiah kayu dengan kwalitas tinggi yang tak terbayangkan selama ini. Dengan doa dan kepasrahan kapan rumahnya akan mulai di bangun, bapak yang suka menggambar merancang sendiri bentuk dan desain rumah tinggal impiannya dan masih tersimpan hingga sekarang. Waktu pembangunan pun bertahap di lakukan sesuai ketersediaan dana yang ada. Mulai membuat kerangka pintu, jendela dan kudakuda dari kayu jati pemberian teman kemudian di tambah membuat bangunan secukupnya. Setelah di rasa cukup pantas untuk di tempati, maka pindahlah keluarga pak Nyoman dari tempatnya menumpang selama ini di sebuah kamar milik SD Sawonggaling kota Probolinggo. Bantuan dari adik nya dari Bali juga tidak dapat dia tolak, dengan menambahkan prasasti relief di dinding pagar dan masih indah sampai sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar