Rabu, 15 April 2020

Seleksi Kepala Sekolah

Dua tahun I Nyoman bekerjasama dengan pak Sis dan melaksanakan tugasnya sebagai guru di SD Asmorobangun, banyak sekali kemajuan yang terjadi di sekolah maupun masyarakat di Leces. Berawal dari niat baik I Nyoman yang selalu di dukung oleh pak Sis yaitu tentang meningkatkan minat belajar masyarakat di desa Leces. Dengan cara pergi kepemukiman penduduk yang tergolong miskin dengan membagikan buku dan alat tulis gratis yang ia dapat dari sumbangan pabrik kertas Leces. Dua tahun yang ia lalui bersama pak Sis kepala sekolah adalah pelajaran berharga untuk I Nyoman. Kedewasaan dan wibawa pak Sis dalam mengambil ke putusan hingga komunikasi yang interaktif dengan berbagai kalangan sangat ia kagumi. Tidak salah jika pak Sis adalah sosok pengidola sang proklamator presiden pertama kita Ir. Soekarno. Keteguhan pak Sis dalam perjuangan bersama presiden Soekarno telah ia buktikan sebagai pengikut selama presiden di asingkan ke pulau Bima. Dan dalam perantauan itu, lahirlah putri pertamanya yang bernama Sugiarti. Salah satu kenangan berharga dalam sejarah kehidupan rumah tangganya. Setelah dua tahun belajar dengan pak Sis, akhirnya pak Sis mendapatkan tugas baru sebagai penilik sekolah atau sekarang dikenal dengan nama pengawas sekolah dan di tempatkan di kota Banyuwangi. ‘Pak Nyoman titip sekolah ya’, pak Sis membuka percakapan untuk maksud perpisahan karena tugas barunya. ‘Selama ini pak Nyoman banyak memberi teladan kepada anak-anak dan rekan guru yang lain, jangan berhenti berjuang untuk kebaikan semua’, sambung pak Sis. I Nyoman yang sudah tahu berita pengangkatan pak Sis sebagai penilik sekolah, hanya bisa mengangguk walau ada perasaan berat di tinggalkan sosok ayah yang selama ini baru ia temukan di pulau Jawa. Kepergian Pak Sis ke Banyuwangi adalah karena tugas, sama halnya seperti perpisahan ia rasakan dengan bli Made Kereg sepupunya. Bedanya bukan dirinya yang pergi, namun dirinyalah yang ditinggalkan dengan tanggung jawab cukup besar yaitu sekolah dan rumah tinggal pak Sis dan seisinya. I Nyoman yang baru dua tahun menjadi guru di SD Asmorobangun, bukanlah guru senior disana walaupun ia merasa bertanggung jawab lebih besar dari pada sebelumnya. Kekosongan seorang pemimpin di SD Asmorobangun cukup menyulitkan kelola admonistrasi di sekolah tersebut, karena semua keputusan tentu berdasarkan tingkat ke tugasan. Sementara rumah tempat tinggal atau kos I Nyoman pun seolah kehilangan induknya, karena anak-anak pak Sis harus tinggal di rumah sementara pak Sis ditemani Istri bertugas ke Banyuwangi. Selama ini seolah I Nyomanlah kakak tertua dari anak-anak pak Sis, karena pak Sis memang memperlakukan I Nyoman layaknya anak sendiri. Terutama karena putri tertua pak Sis sedang menempuh pendidikan di Surabaya. Kehadiran I Nyoman di rumah tinggal pak Sis juga merupakan teladan untuk anak-anak pak Sis hingga sekarang, melebihi kakak ipar pada umumnya. Ternyata benar apa yang katakana sepupunya Made Kereg, bahwa I Nyoman pasti di terima di manapun kamu berada karena kecerdasanmu terpancar dari hati. Satu tahun setelah di tinggal pak Sis, SD Asmorobangun mendapat kuata untuk posisi kepala sekolah dengan cara seleksi di Surabaya. Beberapa gurupun mendapat kesempatan untuk menerima tes posisi kepala sekola . Salah satu kandidatnya tentu I Nyoman benben, setelah hasil seleksi turun ternyata harapan pak Sis pun menjadi nyata bahwa I Nyoman berhasil lulus dengan nilai tertinggi. Pengangkatan I Nyoman sebagai kepala SD Asmorobangun disambut dengan suka cita oleh rekan guru dan anak didik tentunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar