Jumat, 24 April 2020
PRESENTASI TERBAIK
Proposal adalah langkah awal dari pengajuan bantuan ke pusat, yang isinya terdiri dari latar belakang, tujuan, masalah hingga perkiraan dana yang di butuhkan. Dengan proposal apa yang menjadi tujuan dan kendala di lapangan akan terbaca oleh pusat atau pihak di tuju. Dan pengajuan proposal ini sudah pernah pak Nyoman lakukan untuk sekolah-sekolah swasta ketika di Lecas sehingga mendapatkan bantuan dari beberapa instansi.
Salah satu kesulitan membuat proposal adalah rasa malas atau alas an yang kita buat-buat sehingga menghabiskan waktu dan kesempatan untuk memperoleh kesempatan itu. Tidak banyak daerah atau instansi harus mundur atau membatalakan niatnya untuk kesempatan seperti ini. Namun kata malas tidak berlaku untuk pak Nyoman. Setiap proposal yang di buat harus di periksa sendiri secara akurat, bahkan tidak jarang beliau membuat proposal sendiri karena beberapa hal. Pak Nyoman sadar bahwa yang lebih membutuhkan kesempatan ini adalah kita atau yang mengajukan bantuan belum lagi kesempatan ini harus bersaing dengan wilayah lain se Indonesia. Jadi kecepatan kita dalam membuat proposal memang menjadi taruhan berhasi tidaknya bantuan yang akan kita dapatkan.
Setelah misinya di beberapa wilayah di Probolinggo tercapai, sekali lagi pak Nyoman membuat pengajuan mendirikan gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau di kenal dengan P & K untuk wilayah Probolinggo. Pada waktu itu Dinas P & K kota dan kabupaten Probolinggo masih bergabung dan belum memiliki bangunan sendiri atau berstatus kontrak. Memperjuangkan sebuah bantuan lagi untuk membuat gedung dinas P & K tidak ingin ia tunda, walaupun kesempatan yang ada hanya dua kuato.
Masih kuat dalam ingatan bapak bagaimana beliau mempresentasikan pengadaan gedung dinas P &K itu. ‘Kuota bantuan pengadaan gedung dinas hanya dua pak Nyoman dan sepertinya daerahnya sudah di tentukan’, itu yang di sampaikan salah seorang pegawai di pusat. Dengan argumennya pak Nyoman terus memberi alasan lagi tentang pentingnya gedung dinas itu untuk wilayah Probolinggo. ‘Pengadaan gedung dinas di Probolinggo tergolong besar karena masih melakukan pembelian tanah’, seorang lagi ada yang menyela presentasi pak Nyoman. Setelah ikhtiar di lakukan langkah senjutnya adalah doa, karena Allah maha penentu terbaik. Dan jawaban dari usaha pak Nyoman adalah Probolinggo mendapatkan kuota pendirian gedung dinas P&K yang letaknya di jalan Basuki Rahmad No. 20A kota Probolinggo. Alhamdulillah
Sekali lagi pak Nyoman membuat pengajuan sarana pendidikan untuk sekolah kejuruan, pada waktu itu ada sebuah moment meningkatkan persiapan SDM untuk siap kerja. Untuk mempersiapkan SDM yang baik dan siap kerja harus di siapkan sarana belajar dan praktik yang tepat pula. Hal inilah momen di adakannya pengadaan sarana untuk SMK. Kesempatan ini tidak akan di lepas oleh Pak Nyoman untuk sekali lagi membuat proposal pengajuan bantuan.
Pengadaan sarana pendidikan untuk SMK ini merupakan momen yang besar pada prooyek pendidikan dan hampir seluruh kota mendapatkan bantuan ini. Dan Probolinggo juga mendapatkan kuota bantuan sarana pendidikan SMK. Entah sudah berapa kali pak Nyoman membuat proposal pengajuan hingga presentasi ke pusat, yang pasti usaha beliau selama ini membuatnya cukup di kenal dan hasilnya mempermudah setiap usaha beliau.
Tiba saat peresmian sarana SMK, ternyata langsung di resmikan oleh orang nomer satu Indonesia saat itu yaitu Presiden Soeharto. Secara simbolis bapak presiden Soeharto melakukan peresmian penerima bantuan sarana SMK tersebut ke semua kota di Jawa Timur, dimana tempat yang di pilih adalah Probolinggo. Subhannallah…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar