Rabu, 15 April 2020

masa kecil

I Nyoman Benben lahir didesa Bedulu kec Belahbatuh kab. Gianyar Bali pada tanggal 10 Juni 1931. Ayahnya bernama Wayan Nombrog dan ibunya Ni Wy Klepon yang bekerja sebagai penjual nasi di warung dekat pasar. Kehidupan yang sangat sederhana dan masa penjajahan mungkin menjadi salah satu sebab sulitnya I Nyoman memiliki saudara kandung, dari empat saudara yang telah di lahirkan meme Klepon (sebutan Ibunda) hanya I Nyoman saja yang bertahan. Ada cerita lucu dalam sejarah nama ‘Benben’, yaitu berawal dari keputus asahan sang bape wayan karena setiap anak yang di lahirkan istrinya tidak bertahan lama, jadi kata ‘ben’ berarti biarkan saja. Jadi maksudnya adalah anaknya ini mau bertahan atau tidak, tak ada bedanya atau pasrah saja, wah kasiahan sekali ya.. Alhamdulilaah nama I Nyoman Benben membuat putra bape wayan panjang umur hingga 90 an, semoga sehat selalu. Bape Wayan Nombrog (sang ayah) di kenal sebagai seorang pesilat dilingkungannya. Seorang jawara atau pesilat pada masa itu memang di butuhkan, apalagi di Bali banyak sekali kegiatan keagamaan atau adat istiadat yang masih membutuhkan keamanan atau semacam pawang, sampai sekarang di sebut polisi daerah atau. Suatu ketika ada sebuah keluarga ningrat yang membutuhkan pengawal, dan ternyata bape wayanlah yang terpilih. Bape Wayan bertugas menjadi pengawal seorang putri yang bernama Tekin dari keluarga ningrat tersebut. Selama bape wayan menjadi pengawal, ternyata putri Tekin menaruh minat sehingga terjadilah pernikahan antara bape wayan dengan putri Tekin. Dari pernikahan kedua sang ayah, I Nyoman mendapatkan lima orang adik dari ibu Tekin. Kelima adik tersebut bernama Wayan Pasti, Made Pasta, Nyoman Leci, Ketut Masta dan Wayan Tengsi. Walaupun berbeda ibu, I Nyoman benben kecil tidak sulit untuk mengambil kasih sayang dari meme Tekin dan kelima saudara tirinya karena pembawaannya yang patuh, cerdas dan cakap. Tahun 1938, I Nyoman Benben bersekolah di SRN Wanayu hingga kelas III dan pindah ke SRN Gianyar pada kelas IV hingga lulus. Kecerdasan I Nyoman Benben kecil tidak hanya menarik bagi keluarga dan gurunya saja, seorang warga Belanda yang melihatnya pun tertarik untuk mengajaknya tinggal di rumahnya. Pertemuan itu terjadi ketika I Nyoman Benben kecil berjualan souvenir di tempat wisata Bedugul, tanpa diduga Tuan Belanda itu balas menyapanya dan mengajak tinggal di rumahnya Denpasar. Merasa tertarik dengan tawaran tuan Belanda ini, I Nyoman pulang menemui sang ayah dan meminta ijin untuk menerima tawaran tuan Belanda itu. ‘bape, saya mau kerja di Denpasar’, mendengar permintaan sang putra ternyata sang ayah mengijinkan dengan catatan jangan lama-lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar