Jumat, 24 April 2020
PANORAMA ALAM
Dalam diam, pak Nyoman kembali mengingat jalan-jalan yang ia lalui di wilayah-wilayah kabupaten tersebut, ‘betapa beragamnya iklim dan budaya disini’, kenang pak Nyoman. Ternyata ada budaya hindu yang sangat kental walaupun tidak dijumpai banyak pura layaknya di Bali, dan bahasa yang di gunakan jawa yang medok, ya.. itulah daerah lereng gunung Tengger dan sekitarnya. Dengan iklim yang dingin sangat jauh dari iklim Probolinggo pada umumnya, panoramanya sangat indah mulai dari perjalanan hingga mencapai puncak gunung Bromo. Penduduknya masih memegang budaya asri miliki leluhurnya dan taat pada adat istiadat, sama seperti di Bali gumam pak Nyoman lagi. Turun dari desa Sukopuro yang dingin akan menjumpai desa Negororejo Lumbang yang memiliki air terjun besar Madakaripura, konon disinilah patih Gajah Mada menghabiskan sisa hidupnya.
Wilayah daerah timur Probolinggo antar Gending, Tiris dan Maron banyak sekali dijumpai sungai yang masih alami dengan batu-batu besardan tebing yang berkelok dan curam. Salah sungai yang bernama sungai Pakelan, saat ini menjadi wisata Arum Jeram. Desa Tiris mempunyai banyak pesona alam yaitu pemandian air panas yang alami dan Danau yang bernama Ranu Segaran. Dan masih di sekitar daerah ini terdapat juga Candi peninggalan raja Hayam Wuruk yang bernama Candi Jabung, konon candi ini tempat makam salah seorang keluarga kerajaan Majapahit. Kemudian masuk ke pegunungan Argopuro yang memiliki panorama puncak yang khas dan salah satu puncaknya tersebut bernama Rengganis. Nama Rengganis diambil dari nama Dewi Rengganis seorang ratu kerajaan.
Selain keindahan panorama alamnya ternyata Probolinggo memiliki tanah yang subur, dari wilayah barat sampai timur memiliki kesuburan yang beragam sehingga menghasilkan hasil bumi yang beragam pula. Buah Mangga dari Probolinggo sudah diakui semua orang baik dari dalam maupun luar Probolinggo, belum lagi hasil bumi yang lain seperti bawang merah, tembakau, padi, jagung sangat cocok sekali untuk iklim panas di Probolinggo. Daerah lereng pegunungan Tengger yang dingin juga sangat produktif dengan hasil kebunnya seperti kentang, koll, wortel dan lain-lain. Dan tidak kalah dari hasil bumi ada kekayaan hasil laut yang tak pernah habis, wilayah pesisir di Probolinggo sangat luas dan hampir semua bermata pencaharian nelayan.
Sesaat rasa capek yang menggelayuti badannya mulai terasa hilang, betapa bagusnya panorama di Probolinggo, gumam pak Nyoman lagi. Panorama seindah ini akan mudah di asah dengan bekal pengetahuan dari penduduk setempat, sehingga dapat menarik wisata dan tidak hilang percuma. Sekali lagi semangat pak Nyoman dalam membuat rancangan bertambah dan kian lama kian kuat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar