Rabu, 15 April 2020

SELALU RAPI

Sebuah rumah di tepi jalan besar bagi kebanyakan orang adalah suatu impian, begitupun rumah bapak I Nyoman Benben yang beralamat di Jl. Hos Cokroaminoto no. 38 Kota Probolinggo. Dengan luas tanah 11 x40 m dan 1/3 di pake untuk bangunan rumah tampak serasi dan cocok di sebut rumah sehat. Beberapa murid saya pun jika berkunjung kesini selalu membawa senjata selfinya yaitu tongsis dan kamera. Hamparan rumput halus di halaman depan dan tengah belakang seolah tidak mau kalah dengan ke elokan relief Bali yang di sisi dinding pagar. Keseharian bapak semasa pensiun adalah berkebun dan menata rumah tinggalnya. Seolah tak ada hal yang terlewatkan dari jangkauan bapak hingga sehelai rumput pun tak lepas dari pengawasannya. Mulai dari cat dinding, pagar, paving dan tanaman yang mengisi halaman rumahnya pun harus sesuai dengan selera bapak, bukan alasan mahal atau tren suatu tanaman namun selera dan keserasian. Di bagian dalam rumah apalagi, perabot besar dan kecil tertata asri dan rapi sehingga membuat betah setiap orang yang berkunjung ke rumahnya. Setiap tamu yang datang selalu memuji ke elokann rumah bapak I Nyoman Benben ini. Saya sebagai pendatang sangat bersyukur menjadi penghuni tetap rumah ini, karena pujian padaku tak dapat di elakkan ketika tamu datang berkunjung. Sepeninggal ibu mertua, akulah wanita tercantik penghuni rumah itu, karena kedua anaku laki-laki dan yang lain adalah suami dan bapak mertuaku tercinta. Kerapian tatanan rumah bagian dalam tak pernah menyibukkanku, ibaratnya kerapian ini segera terjadi secepat aku membuka mataku. (Luar biasa…). Kedua putraku juga bukan anak yang rewel, ketika mainannya yang belum seminggu di beli menjadi bersih tak tersisa, bersih dan cemerlang karena sudah jadi penghuni gudang. Seperti mereka mengerti kebiasaan eyangnya, mengetahui mainannya lenyap anak-anaku memilih menghibur diri dengan membuat mainan sendiri dari karton yang di gambar dan di gunting. Tanpa malu-malu mereka selalu memamerkan kreasinya kepada tamu, ‘Nih aku punya Hp baru’, kata adit yang berumur tiga tahun dengan menunjukan kotak karton terbalik dan sudah di beri angka tombol Hp. Inilah surgaku sebagai ibu muda, Alhamdulillah. Sekitar satu minggu setiap hari raya Idul Fitri, kami selalu kedatangan tamu terutama sepupu suami untuk sungkem kepada sesepuh keluarga yaitu bapak mertuaku I Nyoman Benben. Tempat favorit mereka jika bertandang ke rumah adalah teras belakang yang menghubungkan ruang makan dan dapur. Teras itu dapat menampung sekitar sepuluh orang, dengan selonjor di lantai keramik atau merebahkan kepalanya sambil memandang langit. Anak-anak yang berkunjungpun tidak kalah seru berada di rumah itu karena mereka dapat menyibukan diri dengan memberikan ikan Koi atau sekedar menghitung belalang dan siput di taman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar