Kamis, 16 April 2020

Numpang Tinggal Di Sekolah

Menjadi guru PNS dan memiliki kedudukan yang cukup tinggi jaman dulu, tidak menjanjikan kehidupan yang sempurna. Walaupun pak Nyoman sudah menjadi panutan untuk guru-guru di lingkungan Probolinggo, kesehariannya bisa di bilang jauh dari sebutan layak. Pengorbanan dan perjuangannya sebagai guru hingga penilik sekolah selama ini ia lakukan dengan apa adanya tanpa berpikir pamrih sama sekali. Kesederhanaan keluarga kecil Pak Nyoman benben sangat jelas dari tempat tinggalnya waktu itu, yang hanya menumpang si sebuah ruangan yang mungkin berfungsi sebagai dapur sebelumnya. Keterbatasan yang ia alami waktu itu tidak membuat keluarga kecil ini manja dengan memanfaatkan kedudukan pak Sis sebagai kepala instansi Pendidikan. Dengan menerima uluran bantuan dari sebuah sekolah yang bernama SD Sawonggaling di dalam kota Probolinggo, keluarga kecil ini selalu bersyukur dalam keseharian. Pengabdian Pak Nyoman di dunia pendidikan kini teruji lagi, beliau tidak ingin berjuang setengah hati sehingga memutuskan untuk hijrah ke kota probolinggo dan menjauhi kenyamanan yang sudah di rasakan di rumah pak Sis di Leces. Pengorbanan pak Nyoman dengan keluarga yang hidup sederhana dengan menumpang di sebuah ruangan di sekolah SD Sawonggaling merupakan ujian terindah dalam hidup rumah tangganya. Tahun pertama di sebuah ruang sekolah itu, ibu Sugiarti melahirkan putri keempat mereka yang bernama I Ketut Darmayanti. Dan pada tahun yang sama pula 1969, pak Nyoman di angkat sebagai kepala seksi bidang sekolah Dasar dan Pra Sekolah di Instansi Pendidikan. Tiga tahun kemudian lahirlah putra kelima mereka yang bernama I Wayan Mudayana. Keteguhan hari pak Nyoman untuk meningkatkan mutu pedidikan sudah dia buktikan dengan tindakan dan komunikasi selama ini. Hampir di semua bidang pendidikan pak Nyoman tidak mau menunggu untuk memperjuangkan mutu pendidikan. Bidang sekolah dasar dan pra sekolah yang yang menjadi tanggung jawab tugasnya di inspektorat telah ia perjuangkan dengan meningkatkan jumlah saran sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Dan pada bidang sekolah menengah khususnya kejuruan, pak Nyoman juga tidak mau diam dan memperjuangkan sarana pendidikan sekolah menengah kejuruan di Probolinggo menjadi yang terbaik se Jawa Timur Pengadaan sarana dan tempat pendidikan sekolah menengah kejuruan saat itu sedang di galakan oleh perintah pusat. Hampir seluruh kota si Jawa Timur mendapatkan kuota pengadaan di kota / kabupaten masing-masing, termasuk kota Probolinggo. Pak Nyoman yang kala itu berstatus Plt Kepala dinas pendidikan mendapatkan penghargaan yang luar biasa dengan di percaya sebagai tuan rumah persemian bantuan sarana SMK se Jawa Timur. Peresmian sarana SMK se Jawa Timur pun terjadi tepatnya di stadion Bayuangga kota Probolinggo dengan tamu kehormatan orang nomer satu di Indonesia yaitu Presiden Soeharto. Begitu banyak tugas mulia yang telah pak Nyoman tekuni tanpa mengeluh dan pamri, hingga akhirnya tangan Tuhanpun menghampirinya. Tuhan memahami keinginan keluarga kecil ini untuk membangun rumah tinggal. Sehingga rumah tinggal idaman yang sangat nyaman dapat di wujutkan dengan perpanjangan tangan Allah SWT tentunya.

1 komentar: