Kamis, 16 April 2020
Kedatangan Tamu Presiden
Selama Pak Sis sang mertua bertugas sebagai kepala Inspektorat pedidikan, banyak sekali prestasi yang terukir selama kepemimpinan beliau disana. Pak Nyoman yang telah menekuni tugasnya sebagai penilik sekolah di lingkungan kota Probolingggo, kini menduduki tugas sebagai kepala bidang sekolah dasar dan pra sekolah di tempat yang sama dengan sang mertua. Kedudukan baru yang di dapat pak Nyoman bukan semata hadiah dari sang mertua, namun waktu dan prestasinya telah membuktikan bahwa di sangat layak mendapatkan tempat tersebut di dunia pendidikan.
Setelah pak Sis purna tugas, posisi kepala Inspektorat telah di gantikan oleh bapak Daus… yang tempat tinggalnya di Surabaya. Pak Daus yang kala itu sedang mengalami masalah kesehatan harus memenuhi perintah dokter untuk melakukan perawatan sesuai petunjuk dokter. Tugas kedinasan yang cukup menguras fisiknya yang belum sehat harus ia limpahkan kepada salah seorang bawahannya. Dan orang tersebut telah di tunjuk dan menerima tugas dan tanggung jawab pak Daus, dialah Pak Nyoman Benben.
Beberapa agenda besar tugas pak Daus sebagai kepala Inspektorat telah pak Nyoman lakukan, dari pengadaan sarana untuk sekolah dasar, pra sekolah, pengadaan kantor Dinas Pendidikan hingga pengadaan sarana sekolah menengah kejuruan. Pengadaan sarana SMK terbesar se Jawa Timur berhasil menarik orang pertama Indonesia bapak presiden Soeharto untuk bekunjung ke kota Probolinggo yang kecil. Ternyata pamor pak Nyoman Benben mampu menenggelamkan beberapa kelapa dinas yang lain di Jawa Timur, sebuah momen yang tak terlupakan.
Tiba pada diskusi penyambutan sang presiden berbagai persiapan pun di lakukan dengan mengerahkan seluruh tenaga dan argumentasi. Ketika terjadi perdebatan untuk hiburan penyambutan bapak presiden, berbagai kalangan usul untuk mendatangkan dari Surabaya. Dengan argumen yang realistis dan berwibawa pak Nyoman menolak usulan tersebut walau sebagian besar orang berpendapat kwalitas dan nama yang terkenal. ‘Kalau sedikit-sedikit mendatangkan drumband atau hiburan dari Surabaya, kapan anak-anak kita akan tampil?’ itulah argumen mematikan di pak Nyoman. Dengan alasan pengeluaran dan loyalitas kepada hasil kerja guru-guru di wilayah Probolinggo, otomatis alasan ini membuat guru-guru semakin bangga dengan sifat pemimpin mereka.
Momen penyambutan presinden dengan tamu dari berbagai wilayah di Jawa Timur adalah momen langka untuk ukuran kota Probolinggo yang kecil. Dan kebanggan ini harus di rasakan semua murid dan guru-guru di wilayah Probolinggo. Melalui perdebatan yang sengit, akhirnya keputusan terakhir berpihak pada usulan pak Nyoman yaitu menggunakan hiburan dan penyambutan dari siswa siswi dan guru wilayah Probolinggo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar