Selasa, 31 Maret 2020
KARYAKU
TERIMA KASIH ATAS ILMU DAN MOTIFASI SELAMA INI
KUTOREHKAN PRASASTI MELALUI KARYAKU
ADAKAH TEMPAT UNTUKKU MENUANGKAN KARYA KU
MENAMPILKAN KARYA SISWA AREA TAMU, MEMBUATKU BANGGA
KESEHATAN SEKOLAH
UKS MENJADI SIMBOL SEKOLAH DAN MERUPAKAN CERMIN KESEHATAN SEKOLAH
SARANA UKS MERUPAKAN UPAYA SEKOLAH MENCIPTAKAN SEKOLAH SEHAT
SALING BERSINERGI MENGGALAKKAN SEKOLAH SEHAT DAN SEHAT BERSAMA
KOMPUTERISASI
KOMPUTERISASI ADALAH KEBUTUHAN DI ERA GLOBALISASI
HAMPIR DISEGALA BIDANG DALAM KEHIDUPAN BERGANTUNG PADA KOMPUTERISASI
BUATLAH PUSAT KOMPUTERISASI YANG STRATEGIS
LIBATKAN SELURUH PIHAK DAN SISWA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI SEKOLAH
LABORATORIUM
LABORATORIUM ADALAH TEMPAT MENGAPLIKASIKAN ILMU YANG DIDAPAT DARI PEMBELAJARAN
DIBUTUHKAN MEDIA DAN SARAN YANG MENDUKUNG UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG SESUAI DENGAN BIDANG YANG SAMA
LABORATORIUM BERTUJUAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DI BIDANG MEDIA DAN SARANA
DIBUTUHKAN PERAN DAN DUKUNGAN SEMUA PIHAK AGAR TERCIPTA HASIL YANG MAKSIMAL
PEPUSTAKAAN
BANYAK HAL YANG TERKANDUNG DARI DERETAN BUKU DI PERPUSTAKAAN.
JIKA KAU MAU DATANG KE PERPUSTAKAAN, MAKA AKAN KAU DAPATI HAL YANG JAUH DARI YANG KAU DUGA
PERPUSTAKAAN ADALAH SUMBER SEGALA ILMU.. ILMU YANG DI GALI OLEH LELUHUR DARI SEGALA PENJURU..
DATANGLAH KAU... MAKA KAU AKAN TAHU... PERPUSTAKAAN TEMPATMU MENCARI ILMU
KANTINKU
DI SEKOLAH AKU TUMBUH DAN MENUNTUT ILMU UNTUK MENGGAPAI CITAKU
DALAM AKTIFITAS KESEHARIAN, AKU MEMBUTUHKAN ASUPAN MAKANAN DAN KETENANGAN DALAM MENJALANI KEGIATANKU
KANTIN ADALAH TEMPATKU MEMENUHI KEBUTUHAN RAGA SEHINGGA TIDAK MENGURANGI KEGIATANKU BERAKTIFITAS
CIPTAKAN KETERATURAN DAN KECUKUPAN DALAM MENGKONSUNSI MAKANAN SEHAT
SARANA IBADAH
SEGALA YANG KUJALANI, DALAM LINGKUP RUANG DAN WAKTU.. IBADAH ADALAH PEGANGANKU
TEMPAT IBADAH ADALAH TAMPAT TINGGAL BATINKU, SETELAH MELAKUKAN AKTIFITAS KESEHARIAN
MATAKU MENJADI REDUP KETIKA KULIHAT MUSHOLLAH
KUMANDANG ADZAN BAGAI BUTIRAN EMBUN YANG MELULUHKAN KERESAHAN HATIKU
KREASI TAK BERBATAS
MASA MUDA HANYA SEKALI, EKSPRESI ADALAH GEJOLAK JIWA MUDA YANG TUMBUH SEIRING LETUPAN GELORA MUDA YANG MEMBARA
BERILAH KAMI WADAH UNTUK BEREKSPRISI DAN BERKARYA SEBAGAI PRASASTI DARI KAMI
KARYA TERBANGUN MULAI DARI JIWA, TANPA BATAS RUANG DAN WAKTU
EKSPRESI, KREASI DAN SENI DAPAT DICIPTAKAN MELALUI NIAT YANG MURNI
FUNGSI TOGA
KEMBALI KE ALAM, BUKANLAH SEKEDAR SLOGAN...
ALAM MEMBERI KITA SUMBER KEHIDUPAN; UDARA, AIR, TANAH DAN SELURUH YANG ADA DIDALAMNYA
MENGKONSUMSI BAHAN ALAMI KINI MENJADI GAYA HIDUP, BUKAN LAGI PERBEDAAN DI KOTA DAN DI DESA
MEMBUAT TAMAN DENGAN TANAMAN TOGA MEMILIKI BANYAK MANFAAT
GEMA SMASA
GEMA SMASA TAK SEBATAS JANGKAUAN KITA,
DILUAR SANA... SMASA MENJADI BAROMETER INTELIGENT GENERASI MUDA
WAHAI WARGA SMASA TANAMKANLAH BUDI PEKERTI DI SETIAP LANGKAHMU..
PEGANG TEGUH IMAN DAN TAQWA
SEBARKANLAH AROMA SEMERBAK DI SETIAP TUTUR KATA
ITULAH SUMBANGSIH YANG TIADA TARA
TAMANKU SEJUKKAN AKU
ALAM ADALAH BAGIAN DARI HIDUP KITA
TIDAK SULIT UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG ALAMI DI SEKITAR KITA
BERILAH NUANSA ALAMI DISISI LINGKUNGAN DAN RUANG KITA
BUATLAH DIA TUMBUH LAYAKNYA BAGIAN DARI KITA
MAKA DIA PUN AKAN MEMBERIMU HIDUP, DAN MENGINGATKANMU AKAN HIDUP
Memandang Hutan Ku Mengangkasa
MELEPASKAN PANDANGAN KE ALAM TERBUKA MEMBUATKU SEJUK, RINDANG DAN NYAMAN..
TIADA LELAHKU DISINI... WALAU KELETIHAN MELIPUTI JIWA RAGAKU
CIPTAKANLAH HUTAN DAN ANEKA TUMBUHAN DISEKITAR KITA
KARENA HUTAN MEMBERI KITA HIDUP
Masa Pendidikan I Nyoman Benben
Kecintaan I Nyoman pada dunia pendidikan telah tampak sedari kecil, walaupun harus di lalui dengan jalan yang berliku. Pendidikan dasar I Nyoman di selesaikan di dua tempat pendidikan yaitu di SRN Wanayu hingga kelas III dan SRN Gianyar dari kelas IV hingga lulus. SRN Wanayu yang letaknya di dusun kecil sekitar tempat tinggalnya tidak memiliki fasilitas dan pengajar yang memenuhi menurutnya. Dan pada kelas IV bape dan meme menuruti kemauan I Nyoman pindah ke SRN Gianyar yang letaknya di luar dusun dengan jarak tempuh sekitas 3 Km. keseharian I Nyoman adalah belajar, bersekolah dan membantu memenya di warung makan, dan tampaknya bakat silat sang ayah belum menarik minat I Nyoman.
Setelah enam tahun menempuh pendidikan dasar, I Nyoman mengisi waktunya dengan berjualan souvenir untuk menyambung hidupnya. Dan pertemuannya dengan menir Belanda membuat dia kembali memikirkan tujuan hidupnya yaitu melanjutkan sekolah yang sempat terhenti dua tahun. Dengan berbekal tabungan yang ia dapatkan selama jadi kacong Belanda, I Nyoman mantap melanjutkan pendidikan lanjutan pertama dengan uang hasil kerjanya sendiri.
Selama menempuh pendidikan SMP I Nyoman mengisi waktunya dengan bekerja sebagai juru tulis pajak sawah yang tempatnya di daerah Tapak Siring. Menjadi juru tulis pajak, membuat I Nyoman sering ke pergi tempat-tempat baru dan bertemu banyak orang mulai dari petani hingga petinggi kantor. Berbekal ketekunan, kejujuran dan patuh pada perintah, I Nyoman banyak mendapat simpatik dari rekan kerja hingga atasan yang usianya jauh di atasnya. Profesi barunya ini ternyata membuat I Nyoman sibuk dan hampir lupa dangan pendidikannya, mungkin karena ia terlalu senang dengan pekerjaannya yang merupakan pekerjaan terbaik yang ia dapatkan selama di Bali. Kenyamanan yang dia dapatkan selama menjadi juru tulis pajak akhirnya ia tinggalkan, karena dia sadar bahwa dia harus mampu mengangkat martabatnya dan orang tuanya dengan bekal pendidikan yang lebih tinggi.
Pendidikan SMP yang ia tempuh di Bali mungkin kurang menantang untuk ukuran I Nyoman, sehingga tahun 1950 dia memutuskan untuk hijrah ke pulau Jawa mengikuti sepupu. Sepupunya yang bernama I Made Kereg sudah cukup lama tinggal di Kediri tepatnya di desa Balowerti dan di situlah I Nyoman menetap untuk melanjutkan pendidikan SMP nya.
Menempuh pendidikan di pulau jawa bagi anak Bali adalah impian terbesar, hal ini karena pulau jawa memang sudah terkenal lebih maju dalam segala hal termasuk pendidikan. I Nyoman menempuh pendidikan di Jawa tentunya dengan tantangan dan persaingan lebih besar dari pada di Bali, mulai Kurikulumnya, pengajarnya hingga hingga jumlah temannya yang lebih banyak dari pada di SMP Bali. Dan tantangan ini tidak membuat I Nyoman menyerah walau banyak keterbatasan yang ia alami yaitu tinggal jauh dari orang tua dan biaya hidup sudah menipis.
Menetap di Kediri dengan menempuh pendidikan SMP dan membayar kost tempat tinggalnya membutuhkan biaya cukup tinggi menurut I Nyoman, sehingga ia memutuskan bekerja untuk menyambung hidup. Pekerjaan awal yang ia dapatkan di pulau jawa adalah menjadi tukang parkir di pemandian Sumber Kuak. Menjadi tukang parkir adalah profesi pertama I Nyoman selama tinggal di pulau Jawa, tanpa mengenal gengsi ia lakukan tugasnya setelah pulang sekolah. Menjadi tukang parkir mungkin salah satu kunci sukses I Nyoman dalam menempuh pedidikan di pulau Jawa, karena ia bisa fokus belajar sambil menekuni perkerjaan tersebut. Hal ini berbeda ketika I Nyoman merasakan kemanjaan selama jadi kacong Belanda dan kelebihan materi ketika menjadi juru tulis pajak sawah, menjadi tukang parkir dengan penghasilan seadanya ternyata membuatnya lebih fokus pada pendidikannya. Setelah menempuh pendidikan di SMP Kemauan dan SGA Dhoho Kediri, I Nyoman diterima mengajar pelajaran berhitung di SGB Katholik dan mengajar Olah raga di Saint Louist Kediri.
Senin, 30 Maret 2020
KACONG BELANDA
I Nyoman kecil yang cerdas tidak pernah takut atau malu mengahapi sesuatu baru sepanjang itu di jalan yang benar. Berbicara dengan menir Belanda mungkin hal yang menakutkan untuk orang lain, namun bagi I Nyoman kecil, menawarkan souvenir dagangannya kepada menir Belanda merupakan tantangan untuk mendapat sesuap nasi. I Nyoman kecil tidak ragu menyapa menir belanda yang berwisata bersama keluarga di Bedugul . dan sikap ramahnya telah membuat menir Belanda jatuh hati padanya.
Menir Belanda ini memiliki seorang anak perempuan bernama Elsie berusia tujuh tahun, sebagai seorang asing Elasie tidak memiliki teman bermain. Pertemuan Elsie dengan I Nyoman kecil membuat sang menir senang karena telah menemukan teman yang tepat untuk putri kesayangannya. Menir pun menawarkan I Nyoman untuk ikut dan tinggal di rumahnya di Denpasar, ‘Iya Menir saya bilang bape dulu’ jawab I Nyoman. Dengan berbekal alamat yang di dapat dari menir, I Nyoman pun pulang menemui bape dan meminta ijin, ‘Oh yaya coba saja’ jawab bape kepada putranya. ‘Gimana nanti mondoknya?’ lanjut bape, oh ya nanti ada konconya bapak Tegek di Denpasar’. Setelah mendapatkan ijin dari bape Wayan, I Nyoman pun berangkat ke Denpasar pada ke esokan harinya dengan mondok di rumah bapak Tegek sesuai saran bapenya.
I Nyoman pun bekerja di rumah menir Belanda sebagai kacong atau pesuruh dengan waktu kerja dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Setiap datang pagi hari, I Nyoman langsung mendapat jatah makan pagi yang mewah di rumah menir, dengan perlakuan yang baik dari seisi rumah. Ada beberapa pembantu di rumah menir tersebut, ada yang bertugas memasak, bersih-bersih dan sopir sehingga kedatangan I Nyoman disana hamper tidak ada pekerjaan yang wajib ia lakukan. ‘Kacong.. ayo main..’ itu seruan Elsie putri menir setiap hari kepada I Nyoman dan permainan favoritnya adalah bulu tangkis. Selama dua tahun I Nyoman menjadi kacong Belanda tidak membuat dia lalai dengan kemanjaan yang ia rasakan di rumah menir Belanda. Mengukir waktu untuk masa depannya pun iya lalui dengan melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan lanjutan.
Masa Kecil I Nyoman Benben
I Nyoman Benben lahir didesa Bedulu kec Belahbatuh kab. Gianyar Bali pada tanggal 10 Juni 1931. Dari ayah Wayan Nombrog dan ibu Ni Wy Klepon yang bekerja sebagai penjual nasi di warung dekat pasar. Kehidupan yang sangat sederhana dan masa penjajahan Belanda mungkin menjadi salah satu sebab sulitnya I Nyoman memiliki saudara kandung, dari empat saudara yang telah di lahirkan meme Klepon (sebutan Ibunda Klepon ) hanya I Nyoman saja yang bertahan. Wayan Nombrog (sang ayah) yang hidup sederhana namun di kenal sebagai keluarga pesilat telah menarik perhatian seorang gadis ningrat yang bernama meme Tekin. Sehingga Wayan Nombrok di angkat menjadi pengawal dan kemudian di nikahi oleh meme Tekin, dari pernikahan kedua sang ayah I Nyoman mendapatkan lima orang adik beda ibu. Kelima adik tersebut bernama Wayan Pasti, Made Pasta, Nyoman Leci, Ketut Masta dan Wayan Tengsi. Walaupun berbeda ibu, I Nyoman benben tidak sulit untuk mengambil kasih sayang dari meme Teki karena pembawaannya yang patuh, cerdas dan cakap.
Tahun 1938, I Nyoman Benben bersekolah di SRN Wanayu hingga kelas III, kelas IV pindah ke SRN Gianyar dan lulus tertanggal 10 Juli 1946
Kecerdasan I Nyoman Benben kecil tidak hanya menarik bagi keluarga dan gurunya saja, seorang warga Belanda yang melihatnya pun tertarik untuk mengajaknya tinggal di rumahnya. Pertemuan itu terjadi ketika si Belanda itu bertemu I Nyoman Benben kecil di tempat wisata Bedugul sedang menawarkan souvenir dagangannya. Tanpa diduga Si Belanda balas menyapa tawaran I Nyoman Benben kecil untuk membawanya menemui sang ayah dan meminta ijin atas tawaran si Belanda tersebut. ‘bape, saya mau kerja di Denpasar, mendengar permintaan sang putera ternyata sang ayah mengijinkan dengan catatan jangan lama-lama.
CERITA LEBARAN
Dengan ramah dan banyak tersenyum bapak menerima tamu yang datang dan pergi dari rumah. Setiap lebaran tiba kami harus siap menerima kedatangan tamu biasanya di mulai dari tetangga di sekitar rumah, hingga saudara dari luar kota. “Pak Nyoman sehat? “ selalu itu yang terdengar dari para tamu ketika bersilaturahmi ke rumah, bahkan banyak yang memuji bahwa wajah bapak tampak lebih muda dari usianya yang mendekati 90. “ Ya biasa saja, orang tua ya begini saja” jawab bapak menjawab pertanyaan tamu sambil mengulurkan tangan dan mengucap minal aidzin wal faizin.
Hari lebaran merupakan momen special buat bapak, walaupun beliau seorang mualaf namun penghargaannya terhadap arti hari kemenangan umat muslim perlu di contoh. Bagaimana berbagi rejeki dengan sesama, menyiapkan angpau untuk anak2 yang datang kerumah hingga menyiapkan souvenir berupa sarung, jarik, daster dan kue lebaran untuk orang2 tertentu yang sudah beliau siapkan.
Di ruang tamu yang berukuran cukup lebar bapak selalu siap menyambut tamu dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya walau tampak garis2 usia di sekitar wajahnya namun rona merah di pipinya menunjukkan kondisi fisik dan psikisnya cukup baik. “Pak Nyoman lebih sehat sekarang, resepnya apa pak?” ucap tetangga yang usianya kisaran 60 tahun. Kalo saya sekarang rutin minum herbal inilah langganan dokter saraf inilah dan lain2, itu komentar seorang tetangga yang sedang silaturahmi ke rumah. Seperti biasa bapak selalu membalas dengan senyum setiap pujian yang di terima
Sementara saya mempersilahkan tamu yang datang dan pergi, tidak lupa harus sigap pula menyiapak an hidangan secukupnya karena lebaran merupakan lebaran untuk pembantu rumah juga, jadi semua kebutuhan selama lebaran ya harus di kerjakan sendiri.
Bapak merupakan seorang tokoh yang cukup di kenal di lingkungan kami tepatnya kelurahan Kanigaran RT 02 Rw 10. Banyak sekali teladan yang telah beliau toreh di lingkungan kami terutama karena beliau bijaksana, ringan tangan dan suka membantu warga yang kesusahan. Disamping itu itu dari segi usia beliau juga memiliki urutan pertama pada data kependudukan karena memang usianya paling banyak di antara yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)